3 Jenis Web Hosting dan Perbedaannya Supaya Tidak Salah beli

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Setiap website, media sosial, dan aplikasi online sudah dipastikan memiliki web hosting agar data di dalamnya dapat diakses oleh pengguna. Untuk saat ini, ada tiga jenis hosting yang paling umum digunakan.

Setiap jenis web hosting memiliki cara kerja yang berbeda dan kelebihan serta kekurangannya masing-masing.

Apa saja 3  jenis web hosting tersebut? Berikut adalah pembahasan lengkap tentang jenis-jenis web hosting dan perbedaannya.

Web Hosting VPS

VPS (Virtual Private Server) adalah jenis web hosting yang berada pada titik tengah antara shared hosting dan Cloud Hosting. Dengan VPS, pelanggan bisa menggunakan server yang berfungsi mirip dedicated dengan harga hampir semurah shared.

Setiap VPS mampu menjalankan sistem operasi penuh dan dapat direboot secara terpisah walaupun diinstall di komputer yang sama dengan virtual machine lain.

Setiap virtual machine memiliki fungsi yang sama dengan komputer sungguhan sehingga privasi setiap klien akan terjaga.

Kelebihan VPS

Biaya yang relatif lebih murah dibandingkan dedicated server dengan tingkat keamanan yang hampir serupa

Proses pengaturan awal server yang jauh lebih mudah dan cepat

Lebih fleksibel dalam pemilihan konfigurasi dan spesifikasi server

Sebagian besar VPS berada pada komputer dengan spesifikasi tinggi

Terlindung dari sebagian besar jenis serangan DDoS

Kekurangan VPS

Memiliki performa lebih lemah dibandingkan dengan dedicated server

Batasan kustomisasi yang masih ada, meskipun tidak seketat pada shared hosting

Memerlukan pengetahuan teknis lebih banyak dibanding shared hosting

Cloud Hosting

Cloud hosting adalah sebuah buzzword yang sering ditemukan di dalam dunia teknologi. Dalam lingkup web hosting, cloud hosting adalah sebuah sistem penyaji data yang terbentuk dari banyak komputer yang bekerja secara bersamaan dalam sebuah jaringan.

Dari segi fungsionalitas, para pengguna cloud hosting dapat menggunakan sumber daya sebanyak yang mereka inginkan tanpa perlu membangun infrastruktur server mereka sendiri.

Sistem cloud hosting juga memiliki risiko down time yang lebih rendah dibanding jenis hosting lainnya. Hal ini disebabkan oleh perangkat yang digunakan dalam sebuah sistem web hosting terbagi menjadi beberapa komputer.

Sehingga jika salah satu server mengalami gangguan, komputer lain masih dapat menyajikan data untuk website atau aplikasi pengguna. Berikut ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan cloud hosting.

Kelebihan Cloud Hosting

Uptime yang lebih tinggi dibandingkan jenis hosting lain

Performa yang lebih baik karena menggunakan sumber daya gabungan dari banyak komputer

Lebih stabil dan fleksibel dalam menyajikan data

Pengaturan yang mudah dan cepat

Biaya perawatan lebih murah dibandingkan dengan dedicated server

Kekurangan Cloud Hosting

Sangat bergantung pada koneksi internet untuk mengakses data pada server

Fleksibilitas yang lebih minimal jika dibandingkan dedicated server

Adanya batasan konfigurasi dan kustomisasi

Shared Hosting

Shared hosting adalah sebuah layanan hosting dengan biaya paling rendah, sehingga cocok dipilih untuk website atau aplikasi rintisan. Jenis hosting ini pada umumnya menawarkan satu pilihan sistem operasi saja untuk penggunanya.

Karena sumber daya server digunakan secara bersamaan, kamu juga akan memiliki opsi kustomisasi yang sangat terbatas saat menggunakan shared hosting.

Seperti namanya, shared hosting mengharuskan pengguna untuk berbagi sumber daya dalam satu server (seperti RAM, HDD, dan CPU) dengan pengguna lainnya.

Maka dari itu, jenis hosting yang satu ini tidak disarankan untuk website atau aplikasi dengan jumlah pengguna banyak (10,000+).

Meskipun demikian, shared hosting tetap memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah beberapa di antaranya.

Kelebihan Shared Hosting

Biaya sewa yang rendah

Kinerja yang sesuai standard

Hardware server memiliki spesifikasi tinggi

Konfigurasi yang sudah mengikuti standard

Keperluan administrasi klien yang rendah

Kelemahan Shared Hosting

Keterbatasan ruang untuk mengembangkan website

Kurangnya perlindungan keamanan

Biaya dapat melonjak seiring berkembangnya website

Keterbatasan penggunaan sumber daya server

Adanya kemungkinan pelarangan penggunaan aplikasi tertentu.

Saat ini Arahmata Digital Agency sudah mendesign, mendevlop beberapa website seperti, www.smartpower.id www.saeland.id www.comeworks.id selain membuat website baru dari nol bisa juga tim Arahmata me-redisgn website yang sudah ada (basis dasar Website WordPress).

Selain itu Arahmata juga dapat menghandling sosial Media Perusahaan, membuat Video company profile serta video berkaitan dengan branding di era digital. Segera miliki dan optimalisasi branding secara online untuk kemajuan perushaan anda.

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Get Our Newest Article Weekly

Dengan berlangganan, berarti Anda menyetujui kebijakan privasi, syarat dan ketentuan kami.