Memahami Fungsi Rebranding Untuk Memajukan Bisnis

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Didalam sebuah bisnis perlu melakukan rebranding. Alasannya beragam, bisa karena murni strategi bisnis atau karena penyesuaian dengan perubahan perilaku pasar. Sayangnya, melakukan rebranding bukanlah perkara yang mudah. Perlu langkah yang tepat agar rebranding berjalan sesuai tujuan. Pada artikel ini Anda akan belajar mengenai apa itu rebranding, tujuan, hingga berbagai strateginya. 

Apa itu Rebranding?

Rebranding adalah strategi bisnis yang dilakukan untuk memperbarui citra brand sesuai dengan tujuan pengembangan bisnis yang diinginkan. Rebranding sendiri terbagi menjadi dua, yaitu rebranding total dan sebagian. Seperti namanya, rebranding total berarti Anda akan mengubah secara keseluruhan brand bisnis Anda, mulai dari logo, warna brand, hingga ke citra umum dan strategi brandingnya. Sementara, rebranding sebagian hanya mengubah beberapa elemen bisnis, misalnya sekedar perubahan logo. 

Kebutuhan rebranding setiap bisnis tentu dapat berbeda-beda. Namun, biasanya setiap bisnis tahu kapan saatnya melakukan rebranding. Misalnya saat bisnis semakin besar, mengubah persepsi, atau justru ketika penjualan produk semakin menurun.  

Lalu, apa sih tujuannya melakukan rebranding? 

Tujuan Melakukan Rebranding. Berikut ini beberapa tujuan mengapa Anda harus melakukan rebranding:

Mengubah Persepsi 

Rebranding sering dilakukan untuk mengubah persepsi brand sebuah bisnis. Misalnya, citra brand kurang sesuai dengan tujuan bisnis atau karena adanya persepsi brand yang buruk di mata pelanggan. Selain itu, rebranding tersebut juga sebagai wujud komitmen bisnis terhadap budaya baru perusahaan yang lebih baik. 

Jika bisnis Anda ingin membangun brand image yang lebih positif, rebranding bisa jadi strategi yang tepat. Terutama, untuk membuat pelanggan melihat bisnis Anda dengan cara pandang baru. 

Memperluas Target Pasar 

Jika Anda ingin mengembangkan bisnis dengan memperluas pasar, rebranding perlu dilakukan. Apalagi jika target pasar yang dituju berbeda. Intinya, dengan melakukan rebranding, upaya memperluas target bisnis dapat dilakukan. Seperti pada contoh di atas, target konsumen akan melihat produk Anda sebagai sebuah produk baru yang unik. 

Beradaptasi dan Mengikuti Tren 

Bisnis harus mampu beradaptasi dan mengikuti tren yang terjadi. Jika brand Anda sudah “ketinggalan zaman”, Anda perlu melakukan rebranding untuk menghidupkan kembali brand Anda. Alasannya, brand yang tidak sesuai tren pasar akan ditinggalkan konsumennya. Langkah rebranding ini sekaligus menunjukkan bahwa target mereka adalah pasar global yang terus berkembang. 

Tampil Beda dengan Visi Baru

Rebranding juga bisa dilakukan jika bisnis Anda ingin tampil beda dari kompetitor. Dengan tampil unik, Anda bisa lebih mudah untuk menarik calon konsumen Anda. Namun, jangan salah, strategi ini bisa digunakan oleh bisnis dengan produk apapun. Bahkan, untuk organisasi nirlaba sekalipun. 

Merger dengan Perusahaan Lain

Ketika dua perusahaan bergabung menjadi satu brand, rebranding tidak dapat dihindari. Alasannya, masing-masing perusahaan pasti memiliki visi yang berbeda dan harus disatukan dalam sebuah visi yang baru. 

Jadi tunggu apalagi? Nantikan terus update artikel dari Arahmata Digital Agency Profesional Jakarta, artikel yang pastinya bermanfaat dan dapat diimplementasikan diera digitalisasi seperti saat ini. Selain update artikel Arahmata Digital Agency Profesional Jakarta juga rutin melakukan upload pada akun youtube silahkan klik disini untuk membuka link channel youtube Arahmata Digital Agency Profesional Jakarta.

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Get Our Newest Article Weekly

Dengan berlangganan, berarti Anda menyetujui kebijakan privasi, syarat dan ketentuan kami.